21, calm and demure but energetic too, i love music and singing, much!
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan api kepada kayu yang menjadikannya abu…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada…
(Sapardi Djoko Damono)
Menurut saya, cara terbaik untuk mencintai seseorang adalah mencintainya dengan sederhana, dengan menyadari segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, serta dapat menerima segala kelebihan dan kekurangan orang yang kita cintai.
Begitu pula dalam menjalani kehidupan.
Hiduplah dengan sederhana, dengan mensyukuri setiap rezeki yang kita peroleh sekecil apapun itu dan berusaha ikhlas menerima segala cobaan-Nya. Dengan cara itu kita bisa hidup dengan lebih bahagia. Memang tidak ada manusia yang sempurna, tapi setidaknya berusaha untuk selalu bersyukur dan ikhlas lebih baik daripada selalu menuntut kepada-Nya. Bersyukur merupakan pintu rezeki. Jika kita senantiasa bersyukur, insyaallah nikmat kita akan ditambahkan, bukan? Namun jika kita selalu mengeluh dan tidak puas akan hidup kita, maka hal apapun yang kita miliki akan terasa kurang dan selalu kurang. Hidup kita tidak akan bahagia. Memang sebagai manusia kita harus berdoa demi segala harapan dan cita-cita kita. Tapi jika Tuhan tidak memberikannya, lantas kita marah dan protes? Jika kita marah dan tidak bisa menerimanya dengan ikhlas, tentu kecintaan terhadap Tuhan pun akan memudar. Jadi, apakah kita menemukan kebahagiaan hidup dengan cara itu? Manusia boleh memiliki mimpi setinggi langit, serta berusaha dan berdoa dengan penuh pengharapan, namun kita harus bisa menerima dengan ikhlas apabila doa dan mimpi kita belum dikabulkan-Nya. Dengan cara itulah kita bisa memperoleh kebahagiaan sejati. Itulah konsep hidup sederhana versi saya.
Sama halnya dengan mencintai seseorang. Cintailah seseorang dengan sederhana.
Mari kita implementasikan konsep hidup sederhana pada cinta.
Mencintai seseorang dengan sederhana akan membuat hidup kita lebih bahagia. Karena sekecil apapun hal yang diberikan oleh orang yang kita cintai, akan sangat berarti dan mampu membahagiakan hati kita. Mensyukuri hal-hal kecil yang kita peroleh akan menjadikan hidup kita lebih bahagia dibandingkan terus menuntut dan mencari-cari hal yang kurang/tidak kita dapatkan. Orang-orang sering berkata agar kita tidak menggantungkan harapan terlalu tinggi pada seseorang karena bila orang tersebut tidak dapat memenuhi harapan kita, hanya kekecewaan yang akan kita dapatkan. Senantiasalah bersyukur. Kita boleh berharap, tapi ingatlah, ekspektasi yang berlebihan hanya akan membuat kita jatuh dalam kekecewaan. Apabila hal tersebut terulang dan terulang lagi, bukan tidak mungkin cinta yang kita miliki bisa pudar. Itulah alasan mengapa kita seharusnya bisa mencintai seseorang dengan sederhana. Because it’s not impossible that one day you’ll realize you’ve lost a diamond while you were too busy collecting stones- anonim.
(Sebuah renungan untuk diri sendiri)
Aku terhenyak ketika membongkar isi komputerku dan menemukan folder bernama “cerebrum” diantara barisan folder lainnya. Cerebrum (otak besar) dengan salah satu fungsinya untuk menyimpan memori. Ya, memoriku denganmu. Tapi bodohnya, yang aku lakukan hanya membukanya satu demi satu dan mengulang kembali kenangan saat itu. Ah.. Aku seperti anak kecil yang sudah merasakan sakitnya jatuh tetapi tetap bersikeras terjun dari ketinggian tanpa alat pengaman (tentu saja karena aku belum dapat menemukan dimana aku bisa membelinya). Dan benar saja, semua berjalan sesuai dugaan. Cerebrum-ku belum dapat mengontol perasaanku.
#sigh (kenapa harus beresin folder disaat-saat kayak gini sih?)
:(
kalo dapurnya kayak gini sih, bisa semangat masak teruuus :)
(Source: greeneyedbeautyp3, via s-undayevenings)
This amazes me.
wow, awesome
(Source: ashtraymusings, via denisfatin)

